Assalamualaikum Wr Wb.. Selamat datang di e-MasterCom. Blog yang ditujukan penulis sebagai arsip dalam perjalanan hidupnya.

Tampilkan postingan dengan label Tips Sukses. Tampilkan semua postingan

Apa yang Salah dengan MLM?

Senin, 21 Oktober 2013
Memiliki bisnis sendiri merupakan idaman banyak orang. Tapi untuk membangun bisnis konvensional biasanya dibutuhkan modal besar. Selain modal, banyak hal yang harus dipersiapkan bila hendak membangun bisnis sendiri, mulai dari kantor / tempat usaha, staff, stock barang, perijinan, dsb. Sebenarnya ada cara yang paling mudah dalam membangun bisnis sendiri yaitu bergabung dengan MLM (Multi Level Marketing) atau Network Marketing. Sayangnya, sebagian orang Indonesia benci, alergi, bahkan anti MLM. Apa yang salah dengan MLM?

Sebenarnya apa sih MLM itu?  Apa kata para pakar mengenai MLM?
MLM  (Multi Level Marketing) merupakan sistem pemasaran dengan sistem jaringan atau network marketing. Sebenarnya prinsip dasar MLM ini bagus.
Berikut ini pendapat para ahli dunia:
  1. Paul Zane Pilzer, penasehat ekonomi II Amerika untuk presiden George W. Bush:
    Salah satu bentuk distribusi baru di masa yang akan datang yang akan menjadi trend dan meledak di seluruh dunia adalah multi-level marketing.
  2. Stephen R. Covey, penulis buku terlaris di dunia 7 Habits of Highly Effective People:
    Multi-level marketing adalah bisnis yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang dan membuat setiap orang yang mengerjakannya dapat menjadi berpikir besar menuju impiannya masing-masing secara terarah.
  3. Robert T. Kiyosaki, seorang pengusaha yang amit-amit kayanya dan penulis banyak buku terlaris di dunia Rich Dad Poor DadThe Cashflow QuadrantGuide To Investing,Business SchoolRetire Young Retire Rich, dan lain-lain:
              
    Jika anda ingin berpindah ke kuadran kanan (kebebasan finansial), maka tempat yang tepat untuk memasukinya adalah multi-level marketing.
  4. Majalah Warta Bisnis menuliskan:
    Urutan 1-7 pemasar terkaya di Indonesia adalah orang-orang multi-level marketing.
    Profesi termahal tahun 2010 keatas adalah para pelaku distributor MLM dengan rata-rata penghasilan 100-200 juta per bulan.
  5. Forbes.com:
    Kurang lebih 20% orang kaya baru muncul dari dunia multi-level marketing.
  6. Bahkan Donald J. Trump, raja properti dunia merekomendasikan multi-level marketing:
              
Kalau MLM bagus, kenapa banyak orang yang membencinya?
Karena banyak penipuan money game atau High Yield Investment Program (HYIP) yang berkedok MLM dan berkedok bisnis online. Adapula orang yang sudah bergabung pada MLM yang tepat tapi karena sikap mental yang kurang tepat akhirnya tidak bisa berhasil. Orang tersebut kemudian menyebarkan berita negatif tentang MLM. Akibatnya orang yang mendengar cerita itu atau pernah mengalami penipuan itu  menjadi trauma, antipati, dan benci pada MLM atau pada bisnis online. 

Bersikap hati-hati sebelum memutuskan sesuatu memang perlu agar kita tidak terjebak dan tertipu. Tapi membenci suatu hal secara berlebihan tanpa alasan yang jelas atau menyamaratakan semua MLM dan semua bisnis online jelek tentunya bukanlah hal yang bijaksana.  

Jika Anda pernah mengalami patah hati karena cinta Anda bertepuk sebelah tangan / ditolak atau Anda pernah merasa tertipu baik oleh cowok atau cewek, apakah berarti semua orang seperti itu?  Contoh lain lagi kalau kita menghadapi ulangan / ujian ada resiko mendapat nilai jelek. Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda memilih tidak usah sekolah agar tidak usah menghadapi ulangan / ujian, atau Anda belajar dengan tekun mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar siap menghadapi berbagai model soal dalam ujian dan bisa mengerjakannya dengan baik?

Demikian juga di dunia bisnis. Kita bisa saja memilih menghindar dari masalah tapi akibatnya kita kehilangan banyak peluang. Atau kita memilih mempelajari peluang yang ditawarkan pada kita, mempertimbangkan baik buruknya sebelum memutuskannya. Seandainya ada resiko dari keputusan yang kita ambil, resiko itu sudah terukur.

Salah satu contoh MLM offline yang terbukti membayar anggotanya dengan sistem bonus harian adalah Melia Sehat Sejahtera. Dulu namanya Melia Nature Indonesia (MNI). Produknya Melia Propolis dan Melia Biyang. Syarat menjadi anggota adalah membeli minimal 1 paket produk seharga Rp 550.000 dan membayar uang keanggotaan Rp 30 ribu yang berlaku untuk seumur hidup. 

Ada orang yang bergabung menjadi anggota Melia Sehat Sejahtera karena membutuhkan produknya. Setelah menggunakan produknya dan merasa cocok, mereka melakukan repeat order, bahkan merekomendasikan tetangga, teman, dan keluarganya untuk menggunakan Melia propolis. Dari situ akhirnya jaringannya berkembang.

Ada pula orang yang setelah diterangkan peluang bisnisnya melihat Melia Sehat Sejahtera sebagai peluang bisnis yang bagus. Dengan bonus yang dibayar harian, orang tersebut percaya dia mampu sukses. Karena itu dia langsung bergabung 7 unit. Modal yang dia keluarkan 7 x 550.000 + 30.000 biaya keanggotaan = Rp 3.880.000. Uang modal awal Rp 3.880.000 ini yang saya maksud sebagai resiko yang sudah terukur. Sebelum mengambil keputusan bergabung 7 unit, tentunya orang tersebut sudah mempertimbangkannya terlebih dahulu. Kalau seandainya dia tidak berhasil menjalankan bisnisnya pun, sebenarnya dia tidak rugi apa-apa karena dia sudah mendapat produk sebagai gantinya. Uang keanggotaan yang dibayar pun tidak bisa dianggap sebagai kerugian karena dengan menjadi member, dia memperoleh harga distributor. Harga konsumen non member adalah Rp 700.000 per box atau Rp 100.000 per botol untuk Melia propolis. Jadi bila orang tersebut mampu menjual produknya, dia sudah mampu meraih keuntungan.

Misalkan ada 3 orang A, B, dan C yang pada hari yang sama mengambil keputusan sama, bergabung dengan Melia Sehat Sejahtera dengan  mengambil 7 keanggotaan.Mereka berada dalam jaringan yang sama (upline dan sponsor yang sama). Dalam perkembangannya ternyata hasilnya berbeda.

A karena sudah punya pengalaman, kemampuan, dan mengerti saat dijelaskan keunggulan produk dan bisnisnya, bisa langsung start / action. Karena dia begitu antusias / semangat dalam menjelaskan, dan karena cara penjelasannya yang gamblang, banyak orang yang menjadi tertarik bergabung. Dalam waktu beberapa hari, dia sudah balik modal, bahkan meraih keuntungan berlipat ganda (ingat bonusnya harian).

B karena merasa pengetahuan dan kemampuannya masih kurang memadai, meminta bantuan uplinenya untuk mendukungnya saat akan presentasi. Jadi B membuat janji dengan temannya atau mengumpulkan teman-temannya, kemudian mengundang uplinenya presentasi. Bisnis B mulai berkembang. Seiring dengan perkembangan bisnisnya, B juga mulai belajar bagaimana cara presentasi yang baik, belajar tentang pengetahuan produk, dsb. Jadi meskipun perkembangan bisnis B tidak sepesat A, namun pelan tapi pasti usaha B mulai membuahkan hasil. B merupakan orang yang membutuhkan proses belajar.
C pada awalnya bersemangat.Tapi sayangnya pengetahuan C tentang bisnis maupun produk Melia Sehat Sejahtera masih kurang memadai. C juga kurang mau belajar, tidak mau minta bantuan juga. Akibatnya saat menerangkan ke orang lain, bila mendapat pertanyaan, C menjadi kebingungan sendiri. Saat ada orang yang memiliki pemikiran negatif tentang MLM, dan C diserang dengan berbagai pertanyaan, pertahanan C goyah. Akhirnya C menjadi negatif pada MLM, merasa MLM menipu, menjadi trauma dan anti / benci pada MLM.

Sekarang kita lihat A, B, dan C. Berada pada bisnis yang sama, jaringan yang sama tapi karena sikap mental mereka yang berbeda, hasilnya pun berbeda khan. Nah siapa yang salah dalam hal ini? Apakah MLM nya?

Hendaknya kita semua bisa lebih bijaksana dalam menyikapi peristiwa. Seringkali kesalahannya bukan pada sistem bisnis MLM atau bisnis online yang kita tekuni. Keberhasilan kita dalam suatu bisnis tergantung pada kemampuan dan sikap mental kita. Marilah kita belajar meningkatkan kemampuan dan mengubah sikap mental kita yang negatif. Jangan lupa terus berdoa pada Tuhan agar membuka jalan dan menuntun kita menuju keberhasilan / kesuksesan dalam hidup ini.

Untuk money game atau HYIP yang berkedok MLM, hendaknya kita tidak mudah tergiur suatu program yang tidak jelas, yang menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal. Kita harus waspada. Telah banyak teman yang menjadi korban karena ingin kaya mendadak dengan cara mudah. Kesuksesan sesungguhnya adalah suatu perjalanan, suatu perjuangan. Kadang terasa mudah, kadang kita menemui hambatan. Dari langkah demi langkah yang kita lakukan, kita belajar. Kita maju setapak demi setapak menuju tujuan, impian kita. Agar kita dapat mencapai tujuan dengan selamat, mintalah Tuhan membimbing dan menuntun langkah kita.  Jadi pilihlah MLM yang sistem bisnisnya dapat dipercaya, yang punya reputasi baik. Jangan salah pilih MLM. Selamat berjuang. Semoga sukses.   

Apabila ada pertanyaan atau pemesanan produk, bisa menghubungi:
Eko Nopyanto
087869991138
https://www.facebook.com/eko.nopy

Pengusaha atau Pegawai..?

Selasa, 24 September 2013
Banyak diantara kita yang mendambakan ingin mempunyai usaha sendiri, karena walau bagaimanapun setiap orang selalu menginginkan sesuatu yang lebih. Namun masalah yang dihadapi sekarang ini adalah peluang untuk bisa membangun bisnis sendiri memang tidaklah mudah, bayangkan saja apabila kita menghitung-hitung untuk modal awal saja rasanya pikiran ini sudah membuat dompet kita kembang kempis. Belum lagi memikirkan cara membuat produknya, membangun marketnya dan lain-lain, sehingga tidak mengherankan apabila banyak diantara kita yang memilih menjadi pegawai saja, karena dengan menjadi pegawai/karyawan setiap bulan pasti dapat gaji.

Berapa banyak orang tua yang mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi pengusaha. Bandingkan dengan orang tua yang menyuruh anak-anaknya agar bercita-cita jadipegawai. Melihat budaya masyarakat kita, memang sepertinya opsi kedua yang lebih banyak. Kebanyakan dari kita menginginkan anak-anak agar punya cita-cita dengan profesi-profesi yang dianggap lebih menjanjikan ketimbang jadi pengusaha.

Begitulah didikan kita sejak kecil. Pola berpikir (mindset) kita sudah terbiasa dengan bercita-cita untuk menjadi dokter, pilot, PNS, insinyur, dan profesi lainnya. Tapi jarang, bahkan dulu hampir tidak ada pendidikan yang mengarahkan kita untuk menjadi pengusaha. Paling-paling kita disuruh untuk menciptakan lapangan kerja. Tapi di sisi lain kita tidak pernah dibimbing untuk tahu bagaimana caranya menciptakan lapangan kerja.

Lulus sekolah atau lulus kuliah adalah ajang dimulainya menyebarkan surat lamaran. Ratusan lamaran pekerjaan dikirimkan ke berbagai perusahaan. Bahkan rela mendatangi satu demi satu perusahaan-perusahaan itu. Tak jarang yang mereka yang diusir security yang bosan menghadapi pertanyaan lowongan kerja.

Maka dari itu, jalan terbaiknya memang dengan berani untuk melakukan terobosanatau membuka usaha sendiri. Karena dengan mempunyai usaha sendiri berarti kita mempunyai peluang untuk bisa meningkatkan pendapatan bulanan kita, walaupun memang dibutuhkan waktu dan usaha serta doa untuk menggapainya. Tetapi dapat dipastikan apabila dengan berusaha sendiri maka, kita akan memperoleh hasil yang sesuai dengan usaha yang kita lakukan.

Resiko bangkrut adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan masyarakat usia produktif enggan memilih menjadi wirausaha. Bahkan tidak sedikit pula dari mereka yang beranggapan bahwa membuka usaha sendiri hanya mungkin dilakukan olehmereka yang terlahir dari keluarga kaya, yang bisa meminta modal seenaknya kepada orang tua. Padahal, untuk menjadi seorang wirausaha, anda tidak melulu harus punya uang/modal, bahkan hanya dengan modal ide gagasan kreatif dan inovatif pun anda sudah bisa menjadi seorang wirausaha dengan cara menjual ide anda, atau joint dengan orang yang mempunyai modal, atau meminta pinjaman dari pihak bank/penyandang dana dengan bunga rendah. Yang penting adalah kemauan, serta jangan malu untuk memulai sebuah usaha dari kecil. Bahkan seandainya usaha anda tetap kecil, buatnya 10 usaha kecil lainnya yang serupa, maka anda akan menerima keuntungan 10x lebih banyak.

Semua bidang usaha pasti memiliki resiko. Bahkan saat kita menjadi karyawan sekalipun ada resiko pemotongan gaji atau di pecat. Tapi apakah kemudian kita harus menyerah sebelum berperang? Jawabnya tidak. Resiko usaha bisa diminimalisir di-manage dan diprediksi sebelumnya melalui perencanaan yang matang. Selain itu, membuka usaha dengan cara patungan juga bisa meminimalisir resiko karena hutang-hutang perusahaan saat bangkrut akan ditanggung bersama-sama.

Lalu, apa bedanya Pengusaha dan Karyawan?

Ada karyawan yang bilang kalau menjadi pengusaha itu lebih enak. Penghasilan lebih besar, nggak terikat dan diatur-atur sama atasan. Tapi ada juga pengusaha yang berpikir kalau jadi karyawan itu lebih enak. Kalau jadi karyawan tidak perlu pusing memikirkan perusahaan, gaji pekerja, dan lain-lain. Lalu apa bedanya kalau begitu?

Jadi karyawan memang lebih enak kalau gajinya besar. Penghasilan tetap dan keamanan ekonomi keluarga terjamin. Itu kalau gajinya besar. Kalau gajinya kecil, tentu beda lagi. Jelas karyawan akan pusing juga. Belum lagi ditambah tekanan perusahaan agar bekerja lebih baik. Begitu pun kalau jadi pengusaha. Pengusaha tentunya akan sangat enak kalau usahanya maju dan stabil. Tapi pengusaha yang sering pontang-panting dan pailit, tentunya juga bisa membuat pusing.

Dari segi mental sendiri, kalau karyawan mentalnya selalu penuh dengan hitung-hitungan. Misalnya, karyawan baru akan kerja kalau digaji. Karyawan juga baru mau menjalani lembur kalau ada uang lembur. Semua perkerjaannya jadi tidak maksimal karena terbebani dengan gaji. Apalagi kalau gajinya kecil, yang ada karyawan jadi sering ngedumel ketimbang meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja. Selain itu,karyawan sendiri umumnya miskin kreativitas dan inovasi, karena ruang lingkupnya dibatasi oleh posisi/jabatannya dalam perusahaan itu sendiri, atau bisa jadi karena sudah dipatron oleh pola perusahaan itu sendiri.

Kalau pengusaha mentalnya mental bebas. Tidak ada kontrol dan sistem yang bisa mengatur dirinya. Yang mengontrol dan mengatur dirinya, hanya dirinya sendiri. Pengusaha bekerja karena ia merasa memang harus kerja. Dia lembur karena memang dirinya harus lembur. Segala yang dia kerjakan dengan penuh kepuasaan dan kesenangan. Apapun yang dikerjakan orang dengan suka hati, maka hasilnya pun akan lebih maksimal daripada orang bekerja karena tekanan-tekanan.

Tapi memang mental kebanyakan orang ialah ingin cari aman. Tentu saja kalau mau cari aman harus dengan cara mendapatkan gaji yang tetap setiap bulan. Selain itu bisa menjalani masa tua dengan tenang karena mendapatkan uang pensiun. Tapi perlu diketahui kalau karyawan itu tidak bisa berkembang jauh. Kalau pun bisa berkembang, perkembangannya terbatas. Kalau pengusaha, ia bisa bebas berkreasi. Bisa berkembang dengan perkembangan yang tanpa batas.

Berikut beberapa point perbandingan antara Pegawai Vs Pengusaha :

Pegawai

1.Gaji tetap tiap bulan, bisa diharapkan.
2. Tinggal kerja saja tidak perlu banyak berpikir.
3.Bekerja penuh tuntutan dan tekanan.
4.Bekerja diawasi atasan.
5.Selalu ada resiko pemotongan gaji, PHK dan pensiun dini.

Pengusaha

1.Tidak memiliki gaji tetap, bahkan bisa tidak ada sama sekali.
2.Disamping bekerja ia harus berencana dan berpikir kreatif.
3.Bebas menentukan tujuan yang ingin dicapai.
4.Diri sendiri adalah atasan, bawahan. Dua dalam satu.
5.Tidak ada istilah pemotongan gaji, PHK atau pensiun.

Bagaimanapun, keputusan untuk menentukan langkah ada di tangan anda sendiri, apakah mau menjadi pegawai atau berwirausaha. Menjadi pegawai demi mendapatkan pengalaman sah-sah saja. Namun, merintis usaha juga bukan hal yang mustahil asal dilakukan dengan sungguh-sungguh...

sumber : universal
Teman-teman yang tekun,
Di tahun 1900, Wright bersaudara
sudah mengajukan kemungkinan orang
dapat terbang. Tanggapan sinis dan
keraguan menyerang mereka bahwa
manusia tidak dapat terbang.

Banyak sekali percobaan mereka yang
gagal. Tapi Orville Wright dan Wilbur
Wright tidak menyerah pada visi
mereka.  Mereka mempersiapkan segala
risikonya jika percobaan mereka
gagal, seperti mereka menyiapkan
lKitasan darurat di pantai berpasir
yang lebih aman.

Pada 17 Desember 1903, di pagi hari
yang cerah, mereka berhasil mengubah
kemungkinan menjadi kenyataan. Dari
percobaan yang berulang kali gagal,
Wright bersaudara akhirnya berhasil
menorehkan sejarah penerbangan dunia
untuk pertama kalinya. Meski hanya
bisa melayang setinggi 10 kaki selama
12 detik, tetapi percobaan mereka
merupakan fondasi penemuan pesawat
terbang. 

Jika Kita dapat melihat
kemungkinan-kemungkinan, yakinilah
dan wujudkan kemungkinan tersebut!
Mungkin Kita juga akan melihat banyak
rintangan dan tantangan. Tetapi yang
membedakan Kita dengan orang lain
adalah mereka hanya bisa melihat
risikonya saja, sedangkan Kita bisa
melihat bagaimana mengatasi risiko
tersebut.
 
Ketika orang lain menyerah dan
menangisi kegagalan, kekuatan pikiran
Kitalah yang dapat mengatasinya.
Katakan bahwa Kita dapat bangkit lagi
setiap kali gagal dan mencoba lagi.
Singkirkan segala keraguan dan
ketakutan.

Jika Kita percaya Kita
dapat terbang, maka Kita pun terbang.

"Jauhi orang-orang yang mencoba
mengecilkan ambisi Kita. Orang kecil
selalu melakukannya, tetapi orang
yang benar-benar besar membuat Kita
percaya bahwa Kita juga dapat menjadi
besar" - Mark Twain

Teman-teman,

Tidak perlu sedih dan berkecil hati
jika orang lain meremehkan kemampuan
Kita.  Banyak orang sukses lainnya
juga pernah mengalaminya. 

Richard Branson - pendiri grup
perusahaan Virgin dan wisata
antariksa Virgin Galactic- di usia 16
tahun pernah dikeluarkan dari sTeman-temanlah
karena mengidap disleksia dan
dianggap buta angka karena tidak
mampu mengerjakan perhitungan
matematika paling sederhana
sekalipun. Namun, dalam sebuah
survei, ia malah digolongkan sebagai
pria tercerdas di Inggris. Kerajaan
bisnisnya merupakan 1 dari 40
perusahaan besar di dunia yang
memperoleh pendapatan tahunan hampir
US$4 miliar atau sekitar 35 triliun
rupiah per tahun!

Charles Schultz juga pernah
diremehkan. Dulu banyak orang tak
menghargai bakatnya. Karyanya
dianggap kampungan. Tapi ia tidak
pernah menyerah. Ia melawan arus.
Akhirnya ia berhasil memukau dunia
dengan cerita kartun populer dalam
sejarah, Peanut, yang telah muncul di
2.600 surat kabar dunia dalam 21
bahasa.

Ide Alexander Graham Bell juga pernah
ditertawakan teman-temannya. Dianggap
mustahil. Namun atas dorongan
tanggung jawab untuk menolong
kehidupan orang-orang tuna rungu,
seperti yang dialami ibu dan
istrinya, Alexander Graham Bell
berhasil menciptakan pesawat telepon
yang kini sangat berguna bagi umat
manusia.

Teman-teman, teruskan saja usahamu.
Orang-orang yang meremehkanmu adalah
orang-orang yang tak tahu harus
berbuat apa dalam hidup mereka.


"Masa depan adalah milik siapa yang
percaya pada keindahan mimpi mereka"

Teman-teman,

Mimpi bukanlah milik orang-orang
besar saja atau orang-orang yang Kita
anggap sudah ditakdirkan sukses.

Mimpi bisa diraih siapa saja. Dimulai
dari terwujudnya sebuah mimpi kecil.
Kita pun menjadi percaya, mimpi besar
pun dapat Kita raih. Semuanya dimulai
dari keberanian bermimpi dan
mempercayai mimpi.

Seperti seorang teman, ia sebenarnya
karyawan biasa yang sudah lama
memimpikan pergi ke Italy, karena ia
adalah fans tim sepakbola Italy dan
makanan Italy.

Jika dihitung secara matematis,
gajinya tidak mencukupi untuk
membayar tiket pesawat dan akomodasi
di sana. Tabungannya juga tidak cukup
sebagai jaminan untuk keluarnya visa
dari kedutaan Italy. Tapi inilah
kekuatan mimpi.

Siapa sangka, seorang kenalannya
tahun lalu mengajak ia menjadi
seorang pembimbing summer camp
anak-anak Indonesia di musim liburan
ini. Negaranya boleh ia pilih
sendiri. Dan tentu saja,negara
pilihan pertamanya adalah Italy.

Setelah melalui proses wawancara dan
menunggu selama 1 tahun karena
penuhnya posisi tersebut, ia pun
diterima sebagai pembimbing. Ia pun
terbang dan tinggal selama 1 bulan di
Italy, tanpa perlu mengeluarkan
biaya, malah mendapatkan uang saku!

Teman-teman, percayalah pada kekuatan mimpi.
Kalau mimpi Kita saat ini belum
terwujud, jangan menyerah! Segila
apapun itu, tetaplah percaya mimpi
Kita pasti akan menjadi kenyataan,
cepat atau lambat!



Kau boleh acuhkan diri ku,

dan anggap ku tak ada
Tapi tak ‘kan merubah,
perasaan ku,
kepada muKu yakin pasti suatu saat,
semua ‘kan terjadi,
kau ‘kan mencintai ku,
dan tak akan pernah,
melepas ku
[Chorus:]
Aku mau mendampingi diri mu,
aku mau cintai kekurangan mu,
s’lalu bersedia bahagiakan mu,
apapun terjadi,
ku janjikan aku ada.
Kau boleh jauhi diri ku,
namun ku percaya,
kau ‘kan mencintai ku,
dan tak akan pernah,
melepas ku
[Chorus]
Aku ada
[Interlude]
Aku mau mendampingi diri mu,
aku mau cintai kekurangan mu.
Aku yang rela, terluka,
untuk mu selalu~u~
[Chorus]





"Sebuah penolakan adalah tidak lebih
dari sebuah langkah  yang diperlukan
dalam meraih sukses" - Bo Bennet


Teman-Temen  yang setia dan teguh
hatinya,

Jika Anda sedang menghadapi
penolakan:  Prospek  yang
ditolak, cinta yang ditolak, ide yang
ditolak, bacalah dulu kisah singkat
orang-orang di bawah ini. Orang-orang
ini membuktikan, penolakan hanyalah
bagian dari sebuah perjalanan
kesuksesan:

  •   Ide mesin fotokopi Xerox pernah
       ditolak oleh 20 perusahaan. Baru
       setelah 7 tahun penolakan itu, mesin
       fotokopi ini bisa diterima.
  •   Alexander Graham Bell disuruh
       seorang bankir untuk menyingkirkan
      'mainan itu'. Sang bankir menolak
       membeli 'mainan itu' dengan alasan
       tidak membutuhkannya. 'Mainan itu'
       adalah telepon.
  •   Sebanyak 33 penerbit telah menolak
       manuskrip Chicken Soup For The Soul.
       Para editornya percaya, kisah nyata
       pendek yang disusun oleh Jack
       Canfield dan Mark Victor Hansen ini
       tidak menjual. Kini, buku tersebut
       telah terjual lebih dari 100 juta
       kopi di seluruh dunia dan diterbitkan
       dalam 54 bahasa.
  •   Sebuah organisasi yang terdiri dari
       para ahli mengatakan usaha Thomas
       Alfa Edison dalam menciptakan lampu
       listrik sebagai praktik ilmu
       pengetahuan yang sia-sia dan  tak ada
       gunanya mendapatkan perhatian.   
  •   Ide cerita Star Wars karya George
       Lucas pernah ditolak oleh
       studio-studio film ternama Hollywood
       dan setiap jaringan televisi Amerika
       Serikat. Tetapi kini film tersebut
       tercatat sebagai salah satu film
       terlaris sepanjang masa dengan
       perolehan total sebesar $4.45 miliar.
       Belum lagi penghasilan dari penjualan
       merchandise-nya.


  • Temanku yang teguh hatinya,
    penolakan bukanlah akhir segalanya.
    Teruslah melangkah dan berjuang
    dengan keyakinan.


  • Welcome to My Blog

    Eko Nopyanto

    Ini adalah blog pribadi, dimana saya akan membagikan apa yang saya pelajari, buku yang saya baca, dan orang yang saya temui . Saya harap kalian bisa bergabung dalam blog ini...Read More

    Translate

    Coment Box

    - Copyright © Eko Nopyanto -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Eko Nopyanto -